7 Unsur Unsur Tari, Teladan Penerapan, Dan Penjelasannya
Sebuah tarian tersusun dari beberapa unsur pendukung yang saling melengkapi untuk menghasilkan wirasa, wirama, dan wiraga yang apik dan menghibur. Unsur unsur tari tersebut mencakup gerakan, iringan, tema, tata rias, tata busana, setting panggung, dan properti tari. Di artikel kali ini kami akan membahas perihal unsur unsur tari dan penjelasannya tersebut lengkap dengan contoh-contoh penerapannya dalam sebuah tarian. Bagi Anda yang ingin mengetahuinya, silakan simak pembahasan berikut ini.
Contoh gerak maknawi sanggup kita temukan pada tarian serampang dua belas asal Riau. Pada tarian tersebut kita akan menemukan gerakan-gerakan yang melambangkan dongeng cinta sepasang muda mudi. Adapun pola gerak murni sanggup kita temukan pada tari saman asal Aceh. Pada tarian tersebut, gerakan penari mengedepankan kekompakan dan sisi estetis tarian semata.
Contoh tari yang diiringi bunyi alat musik saja yaitu tari pendet asal bali, pola tari yang diiringi bunyi penyanyi saja yaitu tari kecak, sementara pola tari yang diiringi oleh tetabuhan musik sekaligus juga oleh bunyi penyanyi yaitu tari Jaipong asal Jawa Barat.
Nah, demikianlah unsur unsur tari dan penjelasannya. Semoga sanggup bermanfaat dan sanggup menjadi materi pembelajaran seni tari untuk kita semua. Artikel ini disarikan dari buku “Seni Tari Indonesia terbitan Erlangga tahun 2015”. Silakan bagikan jikalau bermanfaat!
Unsur Unsur Tari
1. Unsur Gerakan
Unsur gerakan yaitu unsur utama yang menyokong sebuah tarian. Tarian dikatakan indah atau tidak salah satu poin utamanya ditentukan dari bagaimana gerakan tari yang dimainkan. Gerakan tari sendiri mencakup beberapa unsur di antaranya gerak tangan, gerak kaki, gerak leher, gerak wajah (mimik), gerak jari, dan gerak mata. Adapun jikalau dibagi menurut maknanya, gerakan tari dibedakan menjadi 2, yaitu gerak maknawi atau gerak yang mengandung suatu makna filosofis tertentu dan gerak murni atau gerak yang hanya mengedepankan sisi estetisnya saja.Contoh gerak maknawi sanggup kita temukan pada tarian serampang dua belas asal Riau. Pada tarian tersebut kita akan menemukan gerakan-gerakan yang melambangkan dongeng cinta sepasang muda mudi. Adapun pola gerak murni sanggup kita temukan pada tari saman asal Aceh. Pada tarian tersebut, gerakan penari mengedepankan kekompakan dan sisi estetis tarian semata.
2. Unsur Iringan
Setiap gerakan tari niscaya selalu diiringi oleh iringan musik. Selain unsur gerak dan unsur unsur tari lainnya, bunyi iringan juga menambah nilai wirasa, wirama, dan wiraga tarian sehingga tampak lebih indah. iringan sendiri sanggup dibedakan menjadi 3 macam, yaitu iringan alat musik saja, iringan bunyi penyanyi, dan adonan keduanya.Contoh tari yang diiringi bunyi alat musik saja yaitu tari pendet asal bali, pola tari yang diiringi bunyi penyanyi saja yaitu tari kecak, sementara pola tari yang diiringi oleh tetabuhan musik sekaligus juga oleh bunyi penyanyi yaitu tari Jaipong asal Jawa Barat.
3. Unsur Tema
Suatu tarian niscaya tidak sanggup dilepaskan dari unsur tema yang diangkat dalam pertunjukannya. Tema tarian menambah wirasa bagi para penonton dan penikmat tarian. Contoh tema dalam sebuah tarian di antaranya tari bondan yang mengangkat tema perihal kehidupan seorang gadis yang menjadi ibu, tari kecak yang mengangkat tema perihal dongeng ramayana, dan tari sekapur sirih yang mengangkat tema penghormatan pada tamu yang datang.4. Unsur Tata Busana
Para penari dalam tarian apapun, ketika mementaskan tarian niscaya ia akan memakai busana khusus sesuai dengan tema tarian yang diangkat. Dalam tari tradisional contohnya mereka akan memakai pakaian adat sebagai busana wajibnya, sementara pada tari modern busana yang dikenakan sanggup disesuaikan. Contoh busana tari modern yaitu busana kupu-kupu yang dikenakan dalam pertunjukan tari kupu-kupu.5. Unsur Tata Rias
Selain memakai busana khusus, para penari juga akan dirias sedemikian rupa biar dengan riasan khusus. Riasan menunjukkan nilai tambah pada keindahan wirasa tarian. Unsur unsur tari yang lain tidak akan menghasilkan perpaduan yang apik jikalau penarinya tampak tidak anggun atau menarik. Oleh hasilnya unsur satu ini juga perlu diperhatikan.6. Unsur Setting Panggung
Yang tak kalah penting dalam banyak sekali unsur unsur tari yaitu adanya setting panggung sedemikian rupa yang mengatur bagaimana daya guna panggung supaya lebih optimal. Semakin banyak jumlah penari, maka panggung juga harus semakin besar. Contohnya dalam pertunjukan tari kecak, panggung disetiing sedemikian rupa sehingga melingkar dan penonton sanggup melihat gerak tari dari segala penjuru.7. Unsur Properti Tari
Dan unsur tari yang terakhir yaitu properti tari. Properti tari yaitu properti atau alat yang dipakai untuk mendukung estetika gerakan dan sebagai sarana yang membantu memberikan makna tarian kepada para penonton. Properti tari ada bermacam-macam macamnya. Contohnya yaitu properti piring pada tari piring, kipas dalam tari kipas, boneka dan perlengkapanya dalam tari bondan, dan lain sebagainya.Nah, demikianlah unsur unsur tari dan penjelasannya. Semoga sanggup bermanfaat dan sanggup menjadi materi pembelajaran seni tari untuk kita semua. Artikel ini disarikan dari buku “Seni Tari Indonesia terbitan Erlangga tahun 2015”. Silakan bagikan jikalau bermanfaat!
Komentar
Posting Komentar