Rumah Adab Jawa Barat (Jolopong), Gambar, Dan Penjelasannya
Rumah sopan santun Jawa Barat / Tatar Sunda -atau yang kini dikenal dengan nama Jawa Barat, selain dianugerahi alam yang subur dan indah, ternyata juga mempunyai masyarakat yang berbudaya luhur. Masyarakat Sunda atau biasa disebut Urang Sunda sebagai masyarakat orisinil Jawa Barat yaitu masyarakat ramah, sopan, riang, bersahaja, dan bersifat optimistis. Setidaknya begitulah yang tercatat dalam buku Suma Oriental yang ditulis Tome Pires pada periode ke 15 silam. Sifat-sifat orang Sunda tersebut memang tak sanggup dipungkiri. Selain kita sanggup eksklusif membuktikannya dengan bergaul bersama mereka, kita juga sanggup melihat rumah adatnya yang mengandung simbol-simbol kepribadian mereka.

Rumah sopan santun Jawa Barat sendiri mempunyai banyak nama dan rupa, tergantung bagaimana desain dari rumah yang digunakan. Namun, sedikitnya kami telah menemukan 5 desain rumah sopan santun Sunda ini menurut desain atapnya, yaitu yang berjulukan Jolopong, Badak Heuay, Tagong Anjing, Jubleg Nangkub, dan Perahu Kemureb.
Nah, di kesempatan ini kami akan mengulas perihal ragam rumah sopan santun Sunda tersebut sebagai gosip bagi Anda sekaligus sebagai sarana untuk mengingatkan kita semua perihal kearifan lokal budaya Sunda yang telah terpupuk dan hidup semenjak lama.
Rumah dengan desain atap Julang Ngapak umumnya akan dilengkapi dengan cagak gunting atau capit hurang di bab bubungannya. Keduanya sama-sama dipakai untuk mencegah rembesnya air di bab pertemuan antar atap yang terletak di ujung atas rumah. Atapnya sendiri sanggup dibentuk dari materi rumbia, ijuk, atau alang-alang yang diikat pada kerangka atap dari bambu.
Desain rumah Julang Ngapak hingga kini masih sanggup dijumpai di Kampung Dukuh, Kuningan; Kampung Naga, Tasikmalaya; dan beberapa tempat lainnya di Jawa Barat. Bahkan selain itu, gedung Institut Teknologi Bandung beberapa di antaranya memakai desain atap rumah sopan santun Jawa Barat yang satu ini.
Desain rumah Togog Anjing hingga kini masih sering dijumpai pada rumah tradisional masyarakat Garut. Beberapa bungalow, hotel, dan tempat-tempat peristirahatan di sekitar Puncak juga kerap ditemui memakai desain atap rumah ini.
Sesuai namanya, atap rumah sopan santun Sunda satu ini memang tampak mirip sebuah bahtera yang terbalik atau tengkurap. Karena terlalu banyak sambungan, desain atap ini sering kali gampang bocor sehingga jarang digunakan. Kendati begitu, masyarakat Kampung Kuta di Kabupaten Ciamis masih ada yang menggunakannya.
Nah, demikianlah sedikit uraian yang sanggup kami sampaikan perihal rumah sopan santun Jawa Barat khas Suku Sunda. Semoga sanggup menjadi pembelajaran sekaligus sanggup meningkatkan kecintaan kita terhadap budaya peninggalan nenek moyang. Semoga bermanfaat dan jangan lupa telusuri artikel kami selanjutnya perihal Rumah Adat Jawa Tengah.
Rumah Adat Jawa Barat
Rumah adat Sunda yang kini telah ditetapkan menjadi rumah sopan santun Jawa Barat memang sarat akan nilai-nilai filosofis yang menjadi pegangan hidup masyarakat Sunda dalam kehidupan sosialnya. Desain rumah tersebut selain memperhatikan kearifan lokal, juga mengedepankan aspek budaya masyarakatnya.
Rumah sopan santun Jawa Barat sendiri mempunyai banyak nama dan rupa, tergantung bagaimana desain dari rumah yang digunakan. Namun, sedikitnya kami telah menemukan 5 desain rumah sopan santun Sunda ini menurut desain atapnya, yaitu yang berjulukan Jolopong, Badak Heuay, Tagong Anjing, Jubleg Nangkub, dan Perahu Kemureb.
Nah, di kesempatan ini kami akan mengulas perihal ragam rumah sopan santun Sunda tersebut sebagai gosip bagi Anda sekaligus sebagai sarana untuk mengingatkan kita semua perihal kearifan lokal budaya Sunda yang telah terpupuk dan hidup semenjak lama.
1. Imah Julang Ngapak
Julang Ngapak dalam bahasa Indonesia berarti seekor burung yang mengepakkan sayapnya. Nama rumah ini demikian alasannya memang desain atapnya tampak melebar di sisi-sisinya, dan kalau dilihat dari depan, bentuk atapnya memang terlihat mirip seekor burung yang mengepakkan sayapnyaRumah dengan desain atap Julang Ngapak umumnya akan dilengkapi dengan cagak gunting atau capit hurang di bab bubungannya. Keduanya sama-sama dipakai untuk mencegah rembesnya air di bab pertemuan antar atap yang terletak di ujung atas rumah. Atapnya sendiri sanggup dibentuk dari materi rumbia, ijuk, atau alang-alang yang diikat pada kerangka atap dari bambu.
Desain rumah Julang Ngapak hingga kini masih sanggup dijumpai di Kampung Dukuh, Kuningan; Kampung Naga, Tasikmalaya; dan beberapa tempat lainnya di Jawa Barat. Bahkan selain itu, gedung Institut Teknologi Bandung beberapa di antaranya memakai desain atap rumah sopan santun Jawa Barat yang satu ini.
2. Imah Togog Anjing
Togog Anjing berarti anjing yang sedang duduk. Atap rumah sopan santun satu ini memang mempunyai desain yang mirip bentuk anjing ketika duduk. Ada 2 bidang atap yang menyatu membentuk segitiga, dan satu bidang atap yang menyambung pada atap bab depan. Atap yang menyambung ini biasa disebut sorondoy dan biasanya menjadi peneduh untuk teras depan rumah.Desain rumah Togog Anjing hingga kini masih sering dijumpai pada rumah tradisional masyarakat Garut. Beberapa bungalow, hotel, dan tempat-tempat peristirahatan di sekitar Puncak juga kerap ditemui memakai desain atap rumah ini.
3. Imah Badak Heuay
Badak Heuay berarti rino yang sedang menguap. Dilihat dari desain atapnya, model rumah Badak Heuay tampak mirip rumah Tagog Anjing. Hanya saja, di bab suhunan, atap belakang melewati tepi pertemuan sehingga tampak mirip verbal rino yang sedang menguap. Desain atap rumah sopan santun Jawa Barat ini hingga kini masih sering dipakai masyarakat Sukabumi sebagai desain rumah hunian mereka.
4. Imah Jolopong
DI antara desain rumah sopan santun Jawa Barat lainnya, Jolopong menjadi yang paling familiar alasannya sering digunakan. Jolopong banyak dipilih alasannya lebih gampang dibentuk dan lebih irit materi material. Sesuai namanya yang berarti “terkulai”, rumah Jolopong memang mempunyai atap yang tampak tergolek lurus. Ada 2 bab atap yang saling bersatu sama panjang. Jika ditarik garis imajiner, antara ujung atap satu dengan ujung atap lainnya akan terbentuk sebuah segitiga sama kaki. Desain rumah yang juga kerap disebut Suhunan Panjang ini hingga kini masih dipakai sebagian masyarakat Kampung Dukuh di Garut.5. Imah Parahu Kumureb
Dan yang terakhir yaitu desain rumah Parahu Kumureb atau bahtera tengkurap. Desain atap rumah sopan santun Jawa Barat ini mempunyai 4 bab utama. Dua bab di depan dan belakang berbentuk trapesium, dan dua bab di sisi kanan kiri berbentuk segitiga sama sisi. Di Palembang, desain atap Parahu Kumureb juga disebut desain atap Limasan.Sesuai namanya, atap rumah sopan santun Sunda satu ini memang tampak mirip sebuah bahtera yang terbalik atau tengkurap. Karena terlalu banyak sambungan, desain atap ini sering kali gampang bocor sehingga jarang digunakan. Kendati begitu, masyarakat Kampung Kuta di Kabupaten Ciamis masih ada yang menggunakannya.
Nah, demikianlah sedikit uraian yang sanggup kami sampaikan perihal rumah sopan santun Jawa Barat khas Suku Sunda. Semoga sanggup menjadi pembelajaran sekaligus sanggup meningkatkan kecintaan kita terhadap budaya peninggalan nenek moyang. Semoga bermanfaat dan jangan lupa telusuri artikel kami selanjutnya perihal Rumah Adat Jawa Tengah.
Komentar
Posting Komentar