5 Senjata Tradisional Kalimantan Barat, Gambar, Dan Keunikannya
Provinsi Kalimantan Barat dihuni oleh masyarakat dari latar belakang budaya yang heterogen. Masyarakat Melayu, Dayak, Tionghoa, dan Jawa hidup saling berdampingan semenjak dahulu dalam kerukunan dan kebersamaan. Karena hal ini, tak heran jikalau lalu budaya masyarakat Kalimantan Barat menjadi salah satu yang paling unik di Nusantara. Keunikan tersebut contohnya sanggup kita temukan pada bermacam-macam senjata tradisional yang biasa mereka gunakan sehari-hari. Nah, di kesempatan ini kami akan mengulas senjata tradisional Kalimantan Barat tersebut dan keunikan-keunikan yang dimilikinya.

Selongsong sipet umumnya mempunyai panjang sekitar 1,5 hingga 2,5 meter. Sementara rongga di cuilan tengah ukurannya antara 0,35 hingga 0,75 cm. Kayu dan rongga sipet harus lurus 100% untuk menciptakan tembakan menjadi akurat. Selongsong sipet dipakai dengan damek sebagai anak sumpitnya. Damek terbuat dari bambu atau kayu yang tajam berukuran kecil. Untuk keperluan perburuan atau perang, mata damek yang tajam biasanya diberi bisa racun yang terbuat dari getah pohon ipuh. Getah racun ini sangat mematikan. Bila damek beracun melukai seekor harimau dewasa, maka harimau tersebut biasanya akan mati dalam waktu kurang dari 10 menit.
Masyarakat suku Dayak di Kalimantan Barat telah terbiasa memakai senjata ini semenjak zaman nenek moyangnya dahulu. Mereka terutama kaum laki-laki akan sangat piawai melaksanakan tembakan dengan senjata sederhana ini. akurasi tembakan yang tinggi ditambah teknik meniup dan membidik yang mumpuni menciptakan banyak tentara Belanda di masa silam sangat gentar jikalau harus berperang melawan mereka.
Gambar di cuilan paling atas yakni gambar dari senjata ini. bayangkan dengan senjata sederhana itu, laki-laki dayak bisa menembakan damek atau anak sumpit hingga jarak 200 meter.
Senjata tradisional Kalimantan Barat ini kadang juga dilengkapi dengan tangkai yang berongga. Tangkai tersebut bisa difungsikan sebagai pengganti selongsong sipet jikalau dalam keadaan terdesak.

Perisai telawang dilengkapi pegangan di cuilan dalamnya dan goresan di cuilan luarnya. Ukiran-ukiran di luar telawang inilah yang menjadi daya tarik tersendiri. Bentuknya yang etnik dan khas menciptakan tak sedikit wisatawan domestik yang tiba membawanya sebagai kenang-kenangan.

Mandau Kalimantan Barat dibentuk dari materi logam kelas satu yang ditempa sedemikian rupa hingga mempunyai satu mata bilah yang tajam. Gagangnya dibentuk dari tulang tanduk rusa, cula babi, dan tulang binatang buruan lainnya, sementara serangkanya terbuat dari kayu yang diukir. Pada cuilan gagang, biasanya terdapat pula hiasan bulu burung, rambut manusia, atau serat alam sebagai penanda kepemilikan.


Nah, demikianlah beberapa senjata tradisional Kalimantan Barat beserta gambar dan nilai-nilai keunikannya. Semoga sanggup menambah wawasan kita semua dan menjadi citra wacana kekayaan khasanah budaya Nusantara. Terakhir, jangan lewatkan keunikan senjata tradisional Riau di artikel berikutnya. Salam.
Senjata Tradisional Kalimantan Barat
Sebetulnya ada banyak ragam dan jenis senjata yang dimiliki masyarakat Kalimantan Barat di masa silam. namun, ketika ini sebagian senjata tersebut mengalami kepunahan alasannya yakni tergerus arus globalisasi. Hanya sedikit di antaranya yang sanggup bertahan sehingga tetap lestari hingga kini, contohnya senjata tradisional sipet, lonjo, telawang, mandau, dan dohong.Selengkapnya : Senjata Tradisional Indonesia dari 35 Provinsi
1. Senjata Tradisional Sipet
Sipet yakni bahasa Dayak untuk menyebutkan senjata tiup berjulukan sumpit. Senjata ini terdiri dari 2 bagian, sipet atau selongsong yang terbuat dari bambu atau kayu berongga, serta damek atau anak sumpit.Selongsong sipet umumnya mempunyai panjang sekitar 1,5 hingga 2,5 meter. Sementara rongga di cuilan tengah ukurannya antara 0,35 hingga 0,75 cm. Kayu dan rongga sipet harus lurus 100% untuk menciptakan tembakan menjadi akurat. Selongsong sipet dipakai dengan damek sebagai anak sumpitnya. Damek terbuat dari bambu atau kayu yang tajam berukuran kecil. Untuk keperluan perburuan atau perang, mata damek yang tajam biasanya diberi bisa racun yang terbuat dari getah pohon ipuh. Getah racun ini sangat mematikan. Bila damek beracun melukai seekor harimau dewasa, maka harimau tersebut biasanya akan mati dalam waktu kurang dari 10 menit.
Masyarakat suku Dayak di Kalimantan Barat telah terbiasa memakai senjata ini semenjak zaman nenek moyangnya dahulu. Mereka terutama kaum laki-laki akan sangat piawai melaksanakan tembakan dengan senjata sederhana ini. akurasi tembakan yang tinggi ditambah teknik meniup dan membidik yang mumpuni menciptakan banyak tentara Belanda di masa silam sangat gentar jikalau harus berperang melawan mereka.
Gambar di cuilan paling atas yakni gambar dari senjata ini. bayangkan dengan senjata sederhana itu, laki-laki dayak bisa menembakan damek atau anak sumpit hingga jarak 200 meter.
2. Senjata Tradisional Lonjo
Selain damek, masyarakat Dayak di Kalimantan Barat juga mengenal ragam senjata tradisional lainnya. Salah satunya yakni lonjo. Lonjo yakni semacam tombak dengan mata yang sangat runcing. Lonjo kerap dibawa ketika berburu untuk melumpuhkan binatang buruan dalam jarak dekat. Pada mata lonjo ini, kerap pula ditambahkan racun biar daya serang senjata semakin fatal.Senjata tradisional Kalimantan Barat ini kadang juga dilengkapi dengan tangkai yang berongga. Tangkai tersebut bisa difungsikan sebagai pengganti selongsong sipet jikalau dalam keadaan terdesak.
3. Senjata Tradisional Telawang
Telawang merupakan senjata yang biasanya dipakai sebagai tambahan mandau. Bukan untuk menyerang, senjata ini justru dipakai untuk melindungi diri dari pukulan lawan. Telawang tak ubahnya ibarat perisai biasa yang terbuat dari kayu ringan tapi kuat. Ukuran lebarnya antara 30 sd 50 cm dengan panjang 1 sd 1,5 meter.Perisai telawang dilengkapi pegangan di cuilan dalamnya dan goresan di cuilan luarnya. Ukiran-ukiran di luar telawang inilah yang menjadi daya tarik tersendiri. Bentuknya yang etnik dan khas menciptakan tak sedikit wisatawan domestik yang tiba membawanya sebagai kenang-kenangan.
4. Senjata Tradisional Mandau
Masyarakat Dayak Kalimantan Barat mempunyai nenek moyang yang sama dengan masyarakat Dayak di Provinsi lainnya di Kalimantan. Tak heran jikalau lalu mereka mengenal mandau sebagai salah satu alat pertahanan diri. Mandau khas Kalimantan memang sangat terkenal. Bersama telawang, ia kerap dikoleksi oleh para kolektor senjata.Mandau Kalimantan Barat dibentuk dari materi logam kelas satu yang ditempa sedemikian rupa hingga mempunyai satu mata bilah yang tajam. Gagangnya dibentuk dari tulang tanduk rusa, cula babi, dan tulang binatang buruan lainnya, sementara serangkanya terbuat dari kayu yang diukir. Pada cuilan gagang, biasanya terdapat pula hiasan bulu burung, rambut manusia, atau serat alam sebagai penanda kepemilikan.
Baca Juga : Senjata Tradisional Riau
5. Senjata Tradisional Dohong
Selain mempunyai senjata yang dipakai untuk jarak jauh, orang Dayak Kalimantan Barat juga mengenal dohong sebagai salah satu senjata serangan jarak dekat. Dohong merupakan senjata tikam dan tusuk yang sederhana dengan bilah yang simetris. Senjata ini juga kerap dibawa dalam perburuan untuk menjaga diri dari serangan binatang buas dalam jarak dekat.Nah, demikianlah beberapa senjata tradisional Kalimantan Barat beserta gambar dan nilai-nilai keunikannya. Semoga sanggup menambah wawasan kita semua dan menjadi citra wacana kekayaan khasanah budaya Nusantara. Terakhir, jangan lewatkan keunikan senjata tradisional Riau di artikel berikutnya. Salam.
Komentar
Posting Komentar