Rumah Susila Kalimantan Barat (Rumah Panjang), Gambar, Dan Penjelasannya
Rumah Adat Kalimantan Barat / Budaya masyarakat Dayak di Kalimantan Barat telah mengalami perubahan signifikan sebagai akhir dari perkembangan jaman yang terus melaju pesat. Tidak ibarat ketika ini, di masa silam, masyarakat Dayak umumnya hidup secara komunal, tinggal bersama dalam satu rumah besar, mencari makan bersama, dan melaksanakan segala sesuatu dalam budaya kegotongroyongan. Gaya hidup komunal tersebut tercermin dari adanya rumah tabiat berjulukan Rumah Radakng atau Rumah Panjang yang sekarang dikenal sebagai Rumah Adat Kalimantan Barat.

Dari banyak rumah Radakng yang berdiri, tak banyak diantaranya yang tersisa sesudah insiden itu. Hanya ada beberapa yang masih ada hingga kini, contohnya yang terdapat di Dusun Saham, Desa Saham, Kec. Sengah Temila, Kab. Landak, Kalimantan Barat, tepatnya sekitar 200 kilometer dari kota Pontianak. Rumah tabiat ini dibangun pada 1875 dan diwariskan secara turun-temurun. Desain rumah inilah yang lalu ditetapkan sebagai desain rumah tabiat Kalimantan Barat hingga kini.
Karena strukturnya yang berupa rumah panggung, rumah tabiat Kalimantan Barat ini pun berdiri di atas tiang-tiang penyangga. Jumlah tiang ini bervariasi tergantung dari ukuran rumah, sementara tingginya berkisar 3 meter. Tiang rumah yang cukup tinggi ini dimaksudkan supaya penghuni rumah sanggup selamat dari serangan binatang buas. Untuk diketahui, pada masa silam rumah tabiat ini memang dibangun di tengah hutan sehingga sangat rawan adanya serangan binatang buas yang tiba sewaktu-waktu.
Untuk masuk ke dalam rumah, ada sebuah tangga yang terletak di bab depan rumah. Tangga ini berukuran kecil dengan sudut yang sangat sempit. Bentuk tangga demikian akan menyulitkan bila ada binatang buas yang mungkin hendak mendaki tangga tersebut. [Baca Lengkap : Rumah Adat Kalimantan]

Rumah Panjang sanggup merangkul semua golongan supaya tolong-menolong hidup dalam kerukunan. Maka dari itu keselarasan kepentingan langsung dan kepentingan umum menjadi hal yang sangat diperhatikan.
Demikian uraian yang sanggup kami sampaikan wacana desain Rumah Panjang atau Rumah Radakng, rumah tabiat Kalimantan Barat. Semoga dengan disertai gambar-gambar, klarifikasi wacana peninggalan budaya masyarakat Dayak ini sanggup lebih gampang dipahami. Share bila artikel ini bermanfaat dan jangan lewatkan pembahasan kami tentang rumah tabiat Kalimantan Selatan di artikel berikutnya.
Rumah Adat Kalimantan Barat
Gaya hidup komunal masyarakat dayak yang dibuktikan dengan cara hidup mereka dengan tinggal di satu rumah besar mulai ditinggalkan sesudah tahun 1960-an. Di rentang tahun itu, pemerintah Orde Baru tengah gencar melaksanakan pembasmian terhadap paham komunis yang berkembang. Gaya hidup komunal masyarakat ketika itu dianggap berbahaya alasannya ialah secara prinsip sama dengan prinsip paham komunis. Rumah Radakng pun dianggap sebagai sarang penyebaran komunis sehingga satu persatu bangunannya diratakan dengan tanah.Dari banyak rumah Radakng yang berdiri, tak banyak diantaranya yang tersisa sesudah insiden itu. Hanya ada beberapa yang masih ada hingga kini, contohnya yang terdapat di Dusun Saham, Desa Saham, Kec. Sengah Temila, Kab. Landak, Kalimantan Barat, tepatnya sekitar 200 kilometer dari kota Pontianak. Rumah tabiat ini dibangun pada 1875 dan diwariskan secara turun-temurun. Desain rumah inilah yang lalu ditetapkan sebagai desain rumah tabiat Kalimantan Barat hingga kini.
1. Struktur Bangunan Rumah
Rumah Panjang atau Rumah Radakng berstruktur panggung. Ukurannya sangat besar, panjangnya sekitar 180 meter, dengan lebar 6 meter dan tinggi mencapai 8 meter. Keseluruhan material rumah ini dibentuk dari materi kayu ulin, kayu khas Kalimantan yang populer berpengaruh dan tak gampang lapuk. Atapnya sendiri dibentuk dari materi ijuk atau genting tanah.Karena strukturnya yang berupa rumah panggung, rumah tabiat Kalimantan Barat ini pun berdiri di atas tiang-tiang penyangga. Jumlah tiang ini bervariasi tergantung dari ukuran rumah, sementara tingginya berkisar 3 meter. Tiang rumah yang cukup tinggi ini dimaksudkan supaya penghuni rumah sanggup selamat dari serangan binatang buas. Untuk diketahui, pada masa silam rumah tabiat ini memang dibangun di tengah hutan sehingga sangat rawan adanya serangan binatang buas yang tiba sewaktu-waktu.
Untuk masuk ke dalam rumah, ada sebuah tangga yang terletak di bab depan rumah. Tangga ini berukuran kecil dengan sudut yang sangat sempit. Bentuk tangga demikian akan menyulitkan bila ada binatang buas yang mungkin hendak mendaki tangga tersebut. [Baca Lengkap : Rumah Adat Kalimantan]
2. Fungsi Rumah Adat
Seperti telah dijelaskan di atas, bahwa rumah Panjang atau Rumah Radakng di masa silam difungsikan sebagai kawasan tinggal bersama bagi masyarakat suku Dayak di suatu wilayah. Untuk menunjang fungsi tersebut, rumah tabiat Kalimantan Barat ini disusun menurut fungsinya menjadi ruangan atau kamar. Setelah digolongkan, rumah berukuran panjang sekitar 180 meter, lebar 6 meter, dan tinggi mencapai 5 sd 8 meter ini dibagi menjadi 4 bab utama, yaitu :- Pante. Bagian ini terletak di bab depan dan berfungsi sebagai teras. Saat sore atau pagi hari, penghuni rumah biasanya akan bersantai di bab rumah ini.
- Samik. Samik berfungsi sebagai ruang tamu serta sebagai kawasan berkumpul penghuni rumah ketika ada suatu hal dalam kasus tabiat yang musti dimusyawarahkan. Dalam samik biasanya terdapat pene, yaitu meja atau dipan persegi berukuran 3x3 meter dan tinggi 0,5 meteryang dipakai sebagai kawasan duduk. Bila tamu menginap, pene juga dipakai sebagai kawasan tidur.
- Bilik. Bilik ialah kamar tidur bagi penghuni rumah. Jumlah bilik sangat banyak tergantung jumlah keluarga yang mendiami rumah tersebut. Ukurannya sekitar 6x6 meter setiap kamar, dimana biasanya dalam 1 rumah Radakng terdapat sekitar 24 bilik.
- Uakng Mik. Ruangan ini terletak di bab belakang rumah. Fungsinya sebagai dapur yang dipakai untuk memasak semua penghuni rumah. Para perempuan secara tolong-menolong masak di ruangan ini untuk lalu disajikan dan dimakan tolong-menolong anggota keluarga lainnya.
3. Ciri Khas dan Nilai Filosofi
Selain berfungsi sebagai kawasan tinggal dan ikon budaya rumah tabiat Kalimantan Barat, rumah Panjang juga menjadi representasi contoh kehidupan masyarakat Dayak di masa silam. Mereka hidup dengan prinsip kebersamaan, kesetaraan, dan gotong royong sehingga tidak ada kesenjangan antara si miskin dan si kaya.Rumah Panjang sanggup merangkul semua golongan supaya tolong-menolong hidup dalam kerukunan. Maka dari itu keselarasan kepentingan langsung dan kepentingan umum menjadi hal yang sangat diperhatikan.
Demikian uraian yang sanggup kami sampaikan wacana desain Rumah Panjang atau Rumah Radakng, rumah tabiat Kalimantan Barat. Semoga dengan disertai gambar-gambar, klarifikasi wacana peninggalan budaya masyarakat Dayak ini sanggup lebih gampang dipahami. Share bila artikel ini bermanfaat dan jangan lewatkan pembahasan kami tentang rumah tabiat Kalimantan Selatan di artikel berikutnya.
Komentar
Posting Komentar